[FF] NEVER FLIES AFTER STORY

image

STARRING

JUNG SOOJUNG

SUPPORT CAST

JUNG SOOYEON
XIAO LUHAN

….

Mau tahu…. kenapa aku duduk berdiam diri di berandaku ini, menatap kosong tanpa arah, getaran ponsel yang sedari tadi kuabaikan (tapi pada akhirnya kuangkat juga), dan perkataan wanita itu yang membuat aku membanting ponselku ke atas lantai?

Kalian ingin tahu?

Akan ku beritahu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Semua berawal dari peristiwa tiga bulan yang lalu. Dimana peristiwa menyakitkan menimpa diriku dan kakakku, Jung Sooyeon. Tepat di hari ketika dia mulai menginjak usia 25 tahun.

Dia begitu bahagia saat itu. Dia dan teman-temannya—mengajak serta dirikumerayakan hari kelahirannya itu di sebuah café terkemuka di pusat kota. Kami bersenang-senang. Terutama Sooyeon, apalagi ada sang kekasih disampingnya.

Saat kami berdua dalam perjalanan pulang, dia tiba-tiba berhenti di sebuah toko aksesori. Aku bingung, lantas aku pun bertanya, “Kenapa berhenti disini?” Ia juga kemudian menjawab dengan santai, tak lupa dengan senyuman khasnya, “Ada yang ingin kubeli disini.” Dan dengan riang dia mengajakku pula untuk masuk.

Apa yang kudapat setelah berlama-lama di dalam toko itu bersamanya membuatku terkesima. Dia tiba-tiba menyodorkan sebuah boneka Queen Elsaboneka kesukaankupadaku. Awanya kukira dia sekadar ingin membeli untuk dirinya saja. Namun nyatanya itu hadiah untukku. Dengan riangnya dia berkata padaku, “Ini untuk adikku tercinta!”

Bukankah tidak biasa sekali, mengingat hari itu adalah hari ulang tahunnya namun justru malah dia yang memberi hadiah?

Dia kemudian berkata padaku, “Aku sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi sekarang. Semua keinginanku sudah terpenuhi. Aku sudah membuat kedua orang tua kita bangga dengan karierku sekarang, juga dirimu yang kini sudah tumbuh besar dan mulai mengejar kesuksesanmu meskipun dengan kondisimu yang tidak akan pernah bisa dirubah. Hanya itu. Aku tidak membutuhkan apa-apa lagi. Jadi, yang kulakukan sekarang dan nanti adalah terus membahagiakan kalian.”

Tidakkah kalian terharu dengan perkataannya itu? Aku bahkan menangis saat itu mendengar perkataannya. Dia benar-benar kakak terbaik yang kumiliki. Aku benar-benar menyayangi dia.

Tapi suasana haru itu kemudian berubah menjadi suram dan begitu menyakitkan ketika sebuah minitruk melintas bersimpangan di hadapan kami. Tahukah kalian apa yang terjadi selanjutnya?

Aku yakin pasti kalian sudah bisa menebaknya, karena aku tidak ingin mendeskripsikannya. Terlalu menyakitkan, dan aku tidak ingin mengingat hal itu.

Yang jelas sejak saat itu, aku mulai seperti orang kesakitan. Menjerit menyakitkan hampir setiap saat. Meneriaki namanya. Tidak bisa berhenti di satu posisi, aku terus kesana kemari sambil berteriak frustasi memanggil namanya.

Sampai pada akhirnya, aku memilih keputusan paling gila dalam hidupku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Di sebuah ruangan yang sepenuhnya bernuansa putih bersih itu, duduk seorang gadis berpiama khas pasien rumah sakit dengan tangan bersidekap diatas meja, menghadap seorang pemuda berjas putih yang duduk di depannya. Gadis itu diam tak berkespresi, bergerak pun tidak. Dia diam bak patung. Dengan tatapannya yang kosong namun menyeramkan. Sedangkan pemuda manis dihadapannya diam memandang heran gadis di depannya. Tak lama pemuda itu terlihat memijat keningnya.

“Jadi, Soojung-ssi, kau sebenarnya belum bisa menerima atas kepergian kakakmu, Jung Sooyeon, begitu?” Gadis itu tetap tak bergeming. Sama sekali tak bergerak. Apalagi berbicara untuk  menjawab pertanyaan pemuda itu. Pemuda berjas putih itu hanya menghela nafas dengan pasrah melihat tidak adanya respon dari gadis itu.

“Aku bisa mengerti kalau kau itu tunawicara. Akan tetapi, sekadar anggukan saja seharusnya bisa kau lakukan.”

Pemuda berjas yang memililiki name tag Dr. Xiao Luhan di sudut kiri jasnya itu kemudian berdiri lantas berjalan pelan menghampiri rak berisi tumpukan map di belakang kursinya. Ia mengambil map bertuliskan Jung Soojung di depannya. Setelah kembali duduk di kursinya, pemuda itu kemudian membuka dan membaca lembaran-lembaran file didalamnya satu per satu.

“Jung  Sooyeon, lahir pada 18 April 1989. Wafat pada hari dan bulan yang sama pada tahun 2014. Akibat kematiannya adalah kecelakaan. Hmm… lalu bagaimana caranya kau tetap selamat?”

Awalnya Soojung bergetar hebat setelah mendengar pernyataan dan pertanyaan yang diucapkan oleh dokter jiwa itu. Bahkan meja pun turut bergetar. Luhan terlihat sedikit kalang kabut ketika melihat gelagat jari-jari Soojung yang mengetuk-ketuk meja dengan cepat dan bergerak menjalar seperti sedang berusaha untuk mengambil sesuatu. Luhan kemudian berinisiatif untuk mengeluarkan kertas kosong beserta bolpoin ke hadapan Soojung.

Dengan cekatan Soojung marampas kertas dan bolpoin itu dan segera menuliskan sesuatu disana dengan tangan yang tak terkontrol. Luhan menunggu dengan seksama. Beberapa detik kemudian Soojung telah selesai menulis, lalu segeralah ia berikan pada Luhan untuk dibacanya.

Aku secara reflek keluar dari mobil itu dan tubuhku terjatuh dan menggelinding di atas aspal. Setelah aku sudah bisa bangkit aku justru melihat mobil kakakku meledak.”

Luhan terkesima membacanya. Tapi kemudian ia kembali menemukan informasi yang dapat dari map filenya.
“Disini tidak dikatakan tubuhnya hangus terbakar. Tubuhnya hanya sekadar luka bakar saja.”

Sekali lagi Luhan tidak mendapat respon. Iaentah sudah ke berapa kalinyakembali menghela nafas dengan berat. Dalam hati ia membenarkan ucapan rekan-rekannya yang lain bahwa berhadapan dengan gadis dihadapannya tidaklah mudah. Karena Soojung adalah pasien pertama Luhan sebagai dokter baru.

“Lalu bagaimana ceritanya kau bisa dengan nekadnya membawa lari jasad kakakmu tepat beberapa jam sebelum dia dikremasi?”

Untuk pertanyaan yang satu ini, Luhan mendapat respon yang sangat luar biasa! Soojung tiba-tiba menjadi tenang. Tatapannya saja tidak semenakutkan seperti sebelumnya. Dia bahkan tersenyum! Meski cenderung menyeringai. Gadis itu dengan tenang merampas kembali kertas itu dan kembali menuliskan sesuatu disana.

“Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Aku benar-benar menyayangi kakakku itu. Aku benar-benar tak ingin dia menghilang dari hadapanku. Apa itu masih tidak jelas? Ah, tunggu. Aku belum pernah melihatmu. Kau belum mengenalku, dokter.”

***

Ahahhh… surprise. Adakah yg menyangka jadinya bakal kaya gini? Percaya atau tidak, tadinya fic sebelumnya itu ama yg ini beda bgt maksud dan inti ceritanya pas awal2 aku bikin kerangka fic NEVER FLIES ini. Dan, ide buat bikin behind story ini sama sekali gak kepikiran. Tahu2 muncul bgt saja di otakku, dan langsung aku ketik d WP dan langsung jd selama +/- 2,5 jam dan langsung s publish begitu aku selesai ketik. Wow. Give comment, guys! Klo perlu aku sangat butuh review.

2 Comments Add yours

  1. kimsihyun says:

    Ini apa yan? Beneran surprise ya-_-
    jadi itu si soojungnya nyembunyiin mayat kakaknya kan? Saking sayangnya sampe segitunya ya-_-

    1. Heo Min Jae says:

      Hahahaa… bener. Gw sendiri jga ngerasa surprise. Hihii..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s